Warung Bebas

Saturday, 28 January 2012

Mengenal Penyakit Jantung Rematik


Mengenal Jantung Rematik.

Demam reumatik adalah penyebab terpenting penyakit katup jantung yang didapat, baik pada anak maupun dewasa, terutama di negara-negara berkembang. Di negara maju insiden penyakit jantung reumatik mulai menurun, karena tingkat perekonomian lebih baik dan upaya pencegahan lebih sempurna.Penyakit demam reumatik adalah peradangan akut, yang sering kali diawali peradangan pada farings. Sedangkan penyakit jantung reumatik adalah penyakit yang berulang atau kronis

Kuman penyebab penyakit demam reumatik adalah Streptococcus Beta Hemolyticus Group A. faktor predisposisinya adalah kerentanan daya tahan tubuh terhadap kuman tersebut.Pada umumnya seseorang yang menderita penyakit demam reumatik akut kira-kira 2 minggu sebelumnya telah menderita sakit tenggorokanPenelitian-penelitian telah menunjukkan bahwa demam rematik terjadi akibat reaksi imunologis antigen-antibodi dari tubuh. Antibodi yang melawan Streptococcus bersifat sebagai antigen. Organ-organ yang sering diserang yaitu jantung, sendi-sendi dan otak.

Usia anak yang sering mengalami penyakit demam rematik dan penyakit jantung reumatik adalah sekitar antara 6-15 tahun (usia sekolah).

I. DEFINISI
Demam Reumatik / penyakit jantung reumatik adalah penyakit peradangan sistemik akut atau kronik yang merupakan suatu reaksi autoimun oleh infeksi Beta Streptococcus Hemolyticus Grup A yang mekanisme perjalanannya belum diketahui, dengan satu atau lebih gejala mayor yaitu Poliarthritis migrans akut, Karditis, Korea minor, Nodul subkutan dan Eritema marginatum.

II. ETIOLOGI
Demam reumatik, seperti halnya dengan penyakit lain merupakan akibat interaksi individu, penyebab penyakit dan faktor lingkungan. Penyakit ini berhubungan erat dengan infeksi saluran nafas bagian atas oleh Beta Streptococcus Hemolyticus Grup A berbeda dengan glomerulonefritis yang berhubungan dengan infeksi streptococcus dikulit maupun disaluran nafas, demam reumatik agaknya tidak berhubungan dengan infeksi streptococcus dikulit.
Faktor-faktor predisposisi yang berpengaruh pada timbulnya demam reumatik dan penyakit jantung reumatik terdapat pada individunya sendiri serta pada keadaan lingkungan.

Faktor-faktor pada individu :
1. Faktor genetik
Adanya antigen limfosit manusia ( HLA ) yang tinggi. HLA terhadap demam rematik menunjkan hubungan dengan aloantigen sel B spesifik dikenal dengan antibodi monoklonal dengan status reumatikus
2. Jenis kelamin
Demam reumatik sering didapatkan pada anak wanita dibandingkan dengan anak laki-laki. Tetapi data yang lebih besar menunjukkan tidak ada perbedaan jenis kelamin, meskipun manifestasi tertentu mungkin lebih sering ditemukan pada satu jenis kelamin.
3. Golongan etnik dan ras
Data di Amerika Utara menunjukkan bahwa serangan pertama maupun ulang demam reumatik lebih sering didapatkan pada orang kulit hitam dibanding dengan orang kulit putih. Tetapi data ini harus dinilai hati-hati, sebab mungkin berbagai faktor lingkungan yang berbeda pada kedua golongan tersebut ikut berperan atau bahkan merupakan sebab yang sebenarnya.
4. Umur
Umur agaknya merupakan faktor predisposisi terpenting pada timbulnya demam reumatik / penyakit jantung reumatik. Penyakit ini paling sering mengenai anak umur antara 5-15 tahun dengan puncak sekitar umur 8 tahun. Tidak biasa ditemukan pada anak antara umur 3-5 tahun dan sangat jarang sebelum anak berumur 3 tahun atau setelah 20 tahun. Distribusi umur ini dikatakan sesuai dengan insidens infeksi streptococcus pada anak usia sekolah. Tetapi Markowitz menemukan bahwa penderita infeksi streptococcus adalah mereka yang berumur 2-6 tahun.
5. Keadaan gizi dan lain-lain
Keadaan gizi serta adanya penyakit-penyakit lain belum dapat ditentukan apakah merupakan faktor predisposisi untuk timbulnya demam reumatik.
6. Reaksi autoimun
Dari penelitian ditemukan adanya kesamaan antara polisakarida bagian dinding sel streptokokus beta hemolitikus group A dengan glikoprotein dalam katub mungkin ini mendukung terjadinya miokarditis dan valvulitis pada reumatik fever

Faktor-faktor lingkungan :
1. Keadaan sosial ekonomi yang buruk
Mungkin ini merupakan faktor lingkungan yang terpenting sebagai predisposisi untuk terjadinya demam reumatik. Insidens demam reumatik di negara-negara yang sudah maju, jelas menurun sebelum era antibiotik termasuk dalam keadaan sosial ekonomi yang buruk sanitasi lingkungan yang buruk, rumah-rumah dengan penghuni padat, rendahnya pendidikan sehingga pengertian untuk segera mengobati anak yang menderita sakit sangat kurang; pendapatan yang rendah sehingga biaya untuk perawatan kesehatan kurang dan lain-lain. Semua hal ini merupakan faktor-faktor yang memudahkan timbulnya demam reumatik.
2. Iklim dan geografi
Demam reumatik merupakan penyakit kosmopolit. Penyakit terbanyak didapatkan didaerah yang beriklim sedang, tetapi data akhir-akhir ini menunjukkan bahwa daerah tropis pun mempunyai insidens yang tinggi, lebih tinggi dari yang diduga semula. Didaerah yang letaknya agak tinggi agaknya insidens demam reumatik lebih tinggi daripada didataran rendah.
3. Cuaca
Perubahan cuaca yang mendadak sering mengakibatkan insidens infeksi saluran nafas bagian atas meningkat, sehingga insidens demam reumatik juga meningkat.

mengenal penyakit jantung rematik,penyakit jantung rematik,jantung rematik
III. PATOGENESIS
Demam reumatik adalah penyakit radang yang timbul setelah infeksi streptococcus golongan beta hemolitik A. Penyakit ini menyebabkan lesi patologik jantung, pembuluh darah, sendi dan jaringan sub kutan. Gejala demam reumatik bermanifestasi kira-kira 1 – 5 minggu setelah terkena infeksi. Gejala awal, seperti juga beratnya penyakit sangat bervariasi. Gejala awal yang paling sering dijumpai (75 %) adalah arthritis. Bentuk poliarthritis yang bermigrasi. Gejala dapat digolongkan sebagai kardiak dan non kardiak dan dapat berkembang secara bertahap.

Demam reumatik dapat menyerang semua bagian jantung. Meskipun pengetahuan tentang penyakit ini serta penelitian terhadap kuman Beta Streptococcus Hemolyticus Grup A sudah berkembang pesat, namun mekanisme terjadinya demam reumatik yang pasti belum diketahui. Pada umumnya para ahli sependapat bahwa demam remautik termasuk dalam penyakit autoimun.
Streptococcus diketahui dapat menghasilkan tidak kurang dari 20 produk ekstrasel yang terpenting diantaranya ialah streptolisin O, streptolisin S, hialuronidase, streptokinase, difosforidin nukleotidase, dioksiribonuklease serta streptococcal erytrogenic toxin. Produk-produk tersebut merangsang timbulnya antibodi.

Pada penderita yang sembuh dari infeksi streptococcus, terdapat kira-kira 20 sistem antigen-antibodi; beberapa diantaranya menetap lebih lama daripada yang lain. Anti DNA-ase misalnya dapat menetap beberapa bulan dan berguna untuk penelitian terhadap penderita yang menunjukkan gejala korea sebagai manifestasi tunggal demam reumatik, saat kadar antibodi lainnya sudah normal kembali.

ASTO ( anti-streptolisin O) merupakan antibodi yang paling dikenal dan paling sering digunakan untuk indikator terdapatnya infeksi streptococcus. Lebih kurang 80 % penderita demam reumatik / penyakit jantung reumatik akut menunjukkan kenaikkan titer ASTO ini; bila dilakukan pemeriksaan atas 3 antibodi terhadap streptococcus, maka pada 95 % kasus demam reumatik / penyakit jantung reumatik didapatkan peninggian atau lebih antibodi terhadap streptococcus.
Patologi anatomis

Dasar kelainan patologi demam reumatik ialah reaksi inflamasi eksudatif dan proliferasi jaringan mesenkim. Kelainan yang menetap hanya terjadi pada jantung; organ lain seperti sendi, kulit, paru, pembuluh darah, jaringan otak dan lain-lain dapat terkena tetapi selalu reversibel. Diagnosis dibuat berdasarkan kriteria jones yang dimodifikasi dari American Heart Association. Dua kriteria mayor dan satu mayor dan dua kriteria minor menunjukkan kemungkinan besar demam reumatik. Prognosis tergantung pada beratnya keterlibatan jantung.

IV. MANIFESTASI KLINIK
Perjalanan klinis penyakit demam reumatik / penyakit jantung reumatik dapat dibagi dalam 4 stadium.
Stadium I
Berupa infeksi saluran nafas atas oleh kuman Beta Streptococcus Hemolyticus Grup A.
Keluhan :
  • Demam
  • Batuk
  • Rasa sakit waktu menelan
  • Muntah
  • Diare
  • Peradangan pada tonsil yang disertai eksudat.
Stadium II
Stadium ini disebut juga periode laten, ialah masa antara infeksi streptococcus dengan permulaan gejala demam reumatik; biasanya periode ini berlangsung 1 - 3 minggu, kecuali korea yang dapat timbul 6 minggu atau bahkan berbulan-bulan kemudian.
Stadium III
Yang dimaksud dengan stadium III ini ialah fase akut demam reumatik, saat ini timbulnya berbagai manifestasi klinis demam reumatik /penyakit jantung reumatik. Manifestasi klinis tersebut dapat digolongkan dalam gejala peradangan umum dan menifesrasi spesifik demam reumatik /penyakit jantung reumatik.
Gejala peradangan umum :
  • Demam yang tinggi
  • Lesu
  • Anoreksia
  • Lekas tersinggung
  • Berat badan menurun
  • Kelihatan pucat
  • Epistaksis
  • Athralgia
  • Rasa sakit disekitar sendi
  • Sakit perut

Stadium IV
Disebut juga stadium inaktif. Pada stadium ini penderita demam reumatik tanpa kelainan jantung / penderita penyakit jantung reumatik tanpa gejala sisa katup tidak menunjukkan gejala apa-apa.
Pada penderita penyakit jantung reumatik dengan gejala sisa kelainan katup jantung, gejala yang timbul sesuai dengan jenis serta beratnya kelainan. Pasa fase ini baik penderita demam reumatik maupun penyakit jantung reumatik sewaktu-waktu dapat mengalami reaktivasi penyakitnya.

V.  PEMERIKSAAN DIAGNOSIS
  • Pemeriksaan laboratorium darah
  • Foto rontgen menunjukkan pembesaran jantung
  • Elektrokardiogram menunjukkan aritmia E
  • Echokardiogram menunjukkan pembesaran jantung dan lesi

VI. DIAGNOSIS PENUNJANG
Untuk menegakkan diagnosa demam reumatik dapat digunakan Kriteria Jones yaitu :
Kriteria mayor :
  • Poliarthritis : Pasien dengan keluhan sakit pada sendi yang berpindah-pindah, radang sendi-sendi besar; lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan , siku (poliarthritis migrans).
  • Karditis : Peradangan pada jantung (miokarditis, endokarditis).
  • Eritema marginatum : Tanda kemerahan pada batang tubuh dan telapak tangan yang tidak gatal.
  • Noduli subkutan : Terletak pada ekstensor sendi terutama siku, ruas jari, lutut, persendian kaki; tidak nyeri dan dapat bebas digerakkan.
  • Korea sydenham : Gerakkan yang tidak disengaja /gerakkan yang abnormal, sebagai manifestasi peradangan pada sistem syaraf pusat.

Kriteria Minor :
  • Mempunyai riwayat menderita demam reumatik /penyakit jantung reumatik
  • Athralgia atau nyeri sendi tanpa adanya tanda obyektif pada sendi; pasien kadang-kadang sulit menggerakkan tungkainya
  • Demam tidak lebih dari 39 derajad celcius
  • Leukositosis
  • Peningkatan Laju Endap Darah (LED)
  • C-Reaktif Protein (CRF) positif
  • P-R interval memanjang
  • Peningkatan pulse denyut jantung saat tidur (sleeping pulse)
  • Peningkatan Anti Streptolisin O (ASTO)
Diagnosa ditegakkan bila ada dua kriteria mayor dan satu kriteria minor, atau dua kriteria minor dan satu kriteria mayor.
Bukti-bukti infeksi streptococcus :
  • Kultur positif
  • Ruam skarlatina
  • Peningkatan antibodi streptococcus yang meningkat


VII. PENATALAKSANAAN MEDIS
Tujuan penatalaksanaan medis adalah :
  • Memberantas infeksi streptococcus
  • Mencegah komplikasi karditis
  • Mengurangi rasa sakit; demam
Pemberantasan infeksi streptococcus :
Pemberian penisilin benzatin intramuskuler dengan dosis :
  • Berat badan lebih dari 30 kg  : 1,2 juta unit
  • Berat badan kurang dari 30 kg  ; 600.000 - 900.000 unit
  • Untuk pasien yang alergi terhadap penisilin diberikan eritromisin dengan dosis 50 mg/kg BB/hari dibagi dalam 4 dosis pemberian selama kurang lebih 10 hari.
Pencegahan komplikasi karditis :
  • Pemberian penisilin benzatin setiap satu kali sebulan untuk pencegahan sekunder menurut The American Asosiation
  • Tirah baring bertujuan untuk mengurangi komplikasi karditis dan mengurangi beban kerja jantung pada saat serangan akut demam reumatik
  • Bila pasien ada tanda-tanda gagal jantung maka diberikan terapi digitalis 0,04 – 0,06 mg/kg BB.
  • Mengurangi rasa sakit dan anti radang :
  • Pasien diberi analgetik untuk mengurangi rasa sakit yang dideritanya. Salisilat diberikan untuk anti radang dengan dosis 100 mg/kg BB/hari selama kurang lebih dan 25 mg/kg BB/hari selama satu bulan.
  • Prednison diberikan selama kurang lebih dua minggu dan tapering off (dikurangi bertahap) Dosis awal prednison 2 mg/kg BB/hari.
  • Diagnosis dibuat berdasarkan kriteria jones yang dimodifikasi dari American Heart Association. Dua kriteria mayor dan satu mayor dan dua kriteria minor menunjukkan kemungkinan besar demam reumatik. Prognosis tergantung pada beratnya keterlibatan jantung.

Demikian yang sedikit sobat dan terima kasih telah membaca artikel mengenal penyakit jantung rematik.Semoga artikel mengenal penyakit jantung reumatik ini bisa berguna serta bermanfaat.

Tuesday, 24 January 2012

Award Love Cinta Deras dan Award Sobat Riris

Love Award Cinta Deras dan Award Sobat Riris.Rasanya belum lama kemarin memposting mengenai award awal tahun maka di sore hari ini alhamdulillah Sehat Kita Semua kembali mendapatkan award dari sobat-sobat blogger.Karena berbarengan mendapatkannya saya posting dalam satu halaman ini ya sob....Mudahan-mudahan berkenan bagi yang melimpahkan awardnya pada sehat kita semua ini.

Award Pertama.
Alhamdulillah award pertama yang diberikan nama dengan Love Award ini didapatkan dari sobat Raihan Marie Ramadhan .Sobat yang satu ini memang saya akui pandai dalam meramu kata-kata dalam tiap postingannya dengan bertemakan Cinta Deras...Jadi rasanya ingin bisa merangkai kata-kata yang baik dan puitis dalam postingannya..tetapi sepertinya saya bukan tipe yang romantis kali yah hehehe.....

Saya jadi tidak bisa berkata-kata lagi untuk merangkai kebaikan serta profilnya.Yang jelas yang paling berkesan adalah cepat dipresponnya request blog ini yang waktu itu untuk membuat link seperti punya Cinta Deras.Pagi merequest, soenyaa sudah langsung masuk dalam postingannya.Mungkin berkat salah satu sikapnya inilah sehingga cinta deras masuk dalam jajaran blog yang bagus dan banyak sahabat-sahabatnya.Saya juga banyak belajar pada sobat cinta deras.
Langsung saja sobat ini awardnya :

award cinta deras,award sehat kita semua'border=

Award Kedua.
Alhmdulillah award kedua ini yang diberikan nama Top 10 Creative Blog And Friendship dari sobat Riris.Ini adalah award kedua yang Sehat Kita Semua dapatkan dari sobat Riris.Semoga walaupun belum lama berkenalan serta betukar link mudah-mudahan pula award ini akan mempererat tali silturahmi bersama.
Langsung saja sobat ini awardnya :
award Top 10 Creative Blog And Friendship, award Sehat Kita Semua

Yang terakhir saya ucapkan terima kasih kepada sobat Cinta Deras dan juga sobat Riris Punya Mimpi yang telah berkenan menganugerahkan awardnya kepada Sehat Kita Semua.Semoga dengan simbol tali persahabatan dengan adanya award ini akan mempererat silaturahmi diantara kita semuanya...terima kasih sobat sekali lagi saya ucapkan.

Demikian yang sedikit sobat dan terima kasih telah membaca artikel Award Love Cinta Deras dan Award Sobat Riris.

Friday, 20 January 2012

Askep PTCA / PCI

Asuhan Keperawatan PTCA / PCI.Alhamdulillah setelah kemarin memposting mengenai award awal tahun maka pagi ini Sehat Kita Semua akan memcoba memposting mengenai asuhan keperawatan lagi yaitu Askep PTCA / PCI.Artikel ini adalah kelanjutan postingan terdahulu yang membahas mengapa memasang stent.Kalau dulu dilihat dari segi medisnya maka postingan ini adalah dilihat dari segi askep PTCA / PCI dan semoga bermanfaat sobat.

A. Pengertian PTCA
PTCA adalah merupakan kependekan dari Percutaneus Transluminal Coronary Angioplasty.Percutaneus yaitu prosedur memasukkan kateter kedalam pembuluh darah melalui tusukan kecil di kulit.Transluminal yaitu prosedur yang dilakukan di dalam pembuluh darah.Coronary yaitu pembuluh darah arteri di jantung.Angioplasti yaitu tehnik membuka lumen pembuluh darah dengan menggunakan balon.

askep PTCA/PCI, asuhan keperawatan PTCA/PCI'Sehat Kita Semua

PTCA adalah suatu prosedur terapi untuk memperbaiki aliran darah ke miokard dengan menempatkan balon kateter pada daerah penyempitan koroner dan mengembangkannya.Diharapkan lumen tersebut akan lebih lebar dari semula sehingga terjadi perbaikan aliran darah.Stent adalah alat yang ditanamkan pada pembuluh darah koroner secara mekanis.PTCA dan stent adalah prosedur perkembangan lanjut dari PTCA dengan menambahkan suatu alat di daerah stenosis pada koroner untuk mempertahankan pembukaan pembuluh darah koroner secara mekanis.

PCI adalah Percutaneus Coronary Intervention yaitu istilah lain dari PTCA dengan pemasangan stent.

B. Indikasi 
Indikasi PTCA :

Indikasi pemasangan stent : 
  • Restenosis pada graft.
  • Penutupan mendadak dari diseksi sesudah PTCA dan resiko untuk kolaps.
  • Restenosis setelah tindakan PTCA.
  • Robekan intima pada post PTCA.


C.Kontra indikasi
  • Disfungsi ventrikel yang berat.


D. Prosedur
1. Prosedur tindakan PTCA dan stent 
Sebelum dilakukan tindakan PTCA dan stent dilakukan pemeriksaan koroner angiografi untuk mengidentifikasi letak dan prosentase sumbatan arteri koroner.Setelah pasien diletakkan di meja khusus di ruang tindakan,dokter akan menyuntikkan anestesi lokal pada pangkal paha dan menusukkan jarum dan seath introduser dan kemudian memasukkan balon kateter melalui arteri femoralis hingga ke arteri koroner yang tersumbat.Kemudian balon dikembangkan beberapa kali dengan tekanan tertentu,dengan selalu memonitor proses pelebaran sumbatan dan keadaan pasiennya.Pengisian balon akan menekan plaque dinding arteri sekaligus membuka dan melebarkan sumbatan.
Pada pemasangan stent maka dilakukan pengembangan balon beberapa kali di daerah sumbatan,kemudian stent ditanam atau dipasang untuk mempertahankan pembukaan arteri koroner yang cenderung restenosis.

2. Pemantauan dan evaluasi pasca tindakan
  • Pasien dipantau di ruang rawat intensif cardiovaskular.
  • Observasi tekanan darah dan nadi tiap jam selama 6 jam,lalu tiap 4 jam sampai pagi hari.
  • Heparin drill 1000 unit/jam diberikan minimal 12 jam sesuaikan nilai hasil ACT.
  • Periksa ACT tiap 4 jam setelah prosedur dan usahakan nilai ACT kurang dari 120 detik.
  • Perhatikan tanda-tanda perdarahan ditempat penusukan.
  • Perhatikan pulsasi nadi,khususnya sebelah distal tempat penusukan.
  • Selesai prosedur dapat makan dan minum.


E.Komplikasi
  1. Angina
  2. Aritmia
  3. Perdarahan
  4. Spasme mendadak dari pembuluh darah koroner.
  5. Hipotensi
  6. Reoklusi
  7. Iskemia tungkai
  8. Infark miokard
  9. Kematian


F.Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan Pre PTCA :
  1. Nyeri dada berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard.
  2. Takut atau cemas berhubungan dengan ketidaktahuan akan tindakan PTCA.
Diagnosa Keperawatan Post PTCA :
  1. Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan penurunan kontraktilitas jantung,perubahan irama jantung.
  2. Nyeri dada berhubungan dengan iskemia miokard,diseksi,spasme,emboli.
  3. Resiko tinggi perubahan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan gangguan sirkulasi akibat emboli,trombus dan hematoma. 
  4. Keterbatasan aktifitas berhubungan dengan luka daerah tusukan.

Demikian yang sedikit sobat dan terima kasih telah membaca artikel Askep PTCA / PCI.Semoga artikel Askep PTCA / PCI ini bisa berguna serta bermanfaat.

Monday, 16 January 2012

Award Awal Tahun

Award Awal Tahun.Alhamdulillah setelah postingan terakhir diterbitkan mengenai mengenal penyakit asma sehat kita semua mendapatkan award kembali dari beberapa sobat blogger.Award ini akan ditampilkan segera sobat...Award Awal Tahun.

Yang pertama adalah award dari sobat penghuni 60 yaitu 2 Years of Blogging Award Penghuni 60.
Award ini adalah memperingati aktivitas sobat penghuni 60 setelah dua tahun berblogging ria di dunia maya.Tidak terasa sudah 2 tahun umur Penghuni 60 yah dan blognya pun bagus serta kunjungannya banyak sobat.Sehat Kita Semua adalah salah satu dari sekian banyak sobat blogger lainnya yang mendapatkannya.Saya haturkan terima kasih atas award ini sobat.Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk mendapatkannya.Semoga dengan 2 Years of Blogging Penghuni 60 ini blognya sobat akan semakin sukses aamiin.

Ini dia awardnya sobat :
2 Years of Blogging Award Penghuni 60

Yang kedua adalah award dari Bisnis Online Blog yaitu The Seven Shadow.
Award ini sepertinya award berantai karena saya lihat juga banyak sobat blogger yang mendapatkannya.Saya ucapkan terima kasih kepada sobat Bisnis Online Blog yang telah berkenan menganugerahkan award ini kepada Sehat Kita Semua dan juga merupakan sutu kehormatan bagi saya untuk mendapatkannya.

Ini dia awardnya sobat :
award the seven shadow, award akhir tahun

Yang ketiga adalah award dari sobat Riris yaitu Bintang Award 2012. Maaf sobat riris awardnya saya gabung saja ya.Tidak apa-apa kan...?Sobat riris termasuk sobat baru dalam dunia perbloggeran ini, tetapi telah berkenan langsung memberikan award ini kepada Sehat KitaSsemua.Sebuah penghormatan bagi saya.Terima kasih sobat.Awardnya berarti bagi blog ini. Ini dia awardnya sobat :
award awal tahun, award bintang awards 2012,award

Terima kasih kepada sobat Penghuni 60 dan juga sobat Bisnis Online Blog serta sobat Riris Punya Mimpi atas awardnya ini dan semoga simbol dari award ini untuk lebih mempererat persaudaraan dan silaturahmi akan semakin terwujud.

Demikian yang sedikit sobat dan terima kasih telah membaca artikel Award Akhir Tahun.

Friday, 13 January 2012

Mengenal Penyakit Asma

Mengenal Penyakit Asma.Alhamdulillah setelah beberapa hari tidak memposting maka malam hari ini Sehat Kita Semua akan memposting kelanjutan dari postingan tentang askep asma yang mana ditinjau dari Asuhan keperawatannya, maka sekarang akan mencoba mengupas sedikit mengenai mengenal penyakit asma dari segi pengetahuan umumnya dan semoga bermanfaat sobat

Asma merupakan penyakit saluran pernafasan yang menjadi masalah di seluruh dunia baik di negara maju atau pun di negara berkembang.Di Indonenesia sendiri perhatian masyarakat terhadap asma mulai merebak sejak dus dasa warsa terakhir.Karena ternyata kejadian asma semakin menonjol.Penyakit ini dapat mengenai segala umur, baik laki-laki maupun perempuan.Saat ini di dunia sudah lebih dari 12 juta orang terserang asma dan sekitar 2,7 orang adalah anak di bawah umur.Meskipun angka kematian karena asma rendah.

Pengertian Penyakit Asma
Asma merupakan penyakit kronik saluran nafas, dimana terjadi peradangan, penyempitan dan penyumbatan pada saluran nafas, sehingga menyebabkan kesulitan nafas.Gejala khas adalah sesak nafas, batuk, dan mengi ( Nafas berbunyi :"ngik-ngik").

mengenal penyakit asma, pengertian penyakit asma,pemicu terjadinya serangan asma

Pada penderita asma, mukosa (lapisan dalam saluran nafas) pada bronchus dan bronchiolus mengalami inflamasi/peradangan kronik sehingga menjadi sangat sensitif terhada partikel asing yang dapat menimbulkan reaksi berupa :
  • Pembengkakan saluran nafas
  • Produksi lendir yang berlebihhan.
  • Pengencangan otot-otot saluran nafas.
Reaksi tersebut menyebabkan terjadinya penyempitan saluran nafas sehingga udara yang mengandung oksigen sulit masuk kedalam paru-paru dan penderita sulit bernafas serta sesak.

Beberapa pemicu terjadinya serangan asma diantaranya yaitu :
  • Infeksi saluran nafas : Flu, adanya bakteri/virus, bronchitis, tonsilitis (radang amandel)
  • Adanya iritan / zat yang dapat menyebabkan iritasi : asap rokok,polusi udara, parfum, zat kimia lain (cat, cairan pembersiah dll ).
  • Adanya alergen /zat yang dapat menyebabkan alergi : (Bulu binatang,serbuk bunga,debu dll)
  • Cuaca : Dingin, kelembaban tinggi atau terlalu rendah.

Pengobatan Asma
Terapi asma tidak hanya ditujukan untuk meredakan gejalanya saja, tetapi lebih ditujukan untuk membuat asma terkontrol, artinya :
  • Tidak sering kambuh.
  • Tidak ada gejala asma.
  • Tidak mengganggu aktifitas.
  • Fungsi paru tidak terganggu atau menurun.

Obat yang sering digunakan yaitu :
1. Bronchodilator ( Obat yang melebarkan jalan nafas).
Obat ini berfungsi sebagai pelega nafas.Obat kerja cepat yang digunakan hanya pada saat timbul serangan.

2. Kortikosteroid ( Obat yang mengurangi radang saluran nafas).
Obat ini berfungsi sebagai pengontrol asma.Obat ini digunakan sebagai upaya untuk mencegah timbulnya serangan asma.

Demikian yang sedikit sobat dan terima kasih telah membaca artikel mengenal penyakit asma.Semoga artikel mengenal penyakit asma ini bisa berguna serta bermanfaat.

Friday, 6 January 2012

Penyebab Anak Tidak Suka Corat-Coret


Penyebab Anak Tidak Suka Corat-Coret.Sejatinya, aksi corat-coret dimulai di usia batita.Kita bisa melihat ketika anak berusia sekitar 16 bulan dan ketika si kecil sudah mulai menggenggam alat tulis seperti pensil,krayon maka si kecil akan akan langsung memainkan alat tulis yang digenggamnya untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya untuk mencorat-coret apapun yang digenggamnya karena memang hal ini sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Karena corat-coret dilakukan oleh kebanyakan batita, maka ayah dan bundanya perlu menelisik jika anaknya tidak suka melakukan aktivitas corat-coret ini, bahkan tidak tertarik dengan pensil warna atau kertas yang disodorkan kepadanya.

penyebab anak tidak suka corat-coret,anak tidak suka corat-coret

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab anak tidak suka corat-coret, dan diantaranya yaitu :

1. Motoriknya belum berkembang.
Selama batita dan buah hati kita sudah bisa melempar, menjatuhkan, menuang benda-benda kecil disekitarnya maka orang tua tidak usah khawatir.Berarti hal ini tidak ada masalah dengan otot bahu yang digunakan untuk digunakan untuk menggerakkan lengannya sebagai dasar menggenggam alat tulis.Tapi kalau kemampuan tersebut belum dikuasai oleh batita, ada baiknya sebagai orang tua kita untuk dibawa ke Dokter anak untuk dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut agar nantinya tidak menghambat perkembangan berikutnya yaitu seperti menggenggam alat tulis.

2. Lingkungan tidak mendukung.
Kalau kemampuan diatas tidak masalah, bisa jadi lingkungan yang kurang mendukung.Orang dewasa di rumah tidak memberi contoh bagaimana asyiknya menggambar atau pun menulis sehingga anak tersebut tidak tertarik untuk mencoba dan mengeksplorasi dalam hal menggambar ataupun menulis.

3. Tunggu waktu.
Kalau dalam hal motoriknya baik dan juga dalam hal lingkungan keluarga dan lingkungan terdekat juga telah mendukung, tetapi bila batita belum juga tertarik sebagai orang tua kita tidak usah terlalu khawatir ataupun panik.Bisa jadi si anak tersebut sedang menunggu waktu yang tepat.Yang menjadi point penting adalah bahwa tingkat tumbuh dan berkembangnya setiap anak-anak berbeda-beda.yakin dan percayalah, jika tiga hal yang telah disebutkan diatas tidak ada masalah.Maka si anak akan mencorat-coret dan bersiaplah dinding serta perabotan rumah kita akan menjadi korban eksplarasi si kecil....

Demikian yang sedikit sobat dan terima kasih telah membaca artikel penyebab anak tidak suka corat-coret. Semoga artikel penyebab anak tidak suka corat-coret ini bisa berguna serta bermanfaat.

Monday, 2 January 2012

Askep Katub Jantung

Askep Katup Jantung

A.Pengertian
Penyakit katub jantung menyebabkan kelainan pada aliran darah yang melintasi katub tersebut.Pada katub yang normal,keempat katub jantung, 2 katub atrioventrikuler, yaitu dari atrium ke ventrikel,dan 2 katub semilunar yaitu pulmonal dan aorta, dari ventrikel ke sirkulasi pulmonal dan sirkulasi sistemik.Daun katub sangat responsif, sehingga perbedaan tekanan yang kecil ( kurang dari 1 mmHg ) antara 2 ruang jantung, sudah mampu membuka dan menutup daun katub tersebut.

Katub yang terserang panyakit dapat menimbulkan 2 jenis gangguan :
1. Insufisiensi / Regurgitasi katub.
Daun katub tidak dapat menutup dengan rapat sehingga darah dapat mengalir balik.Regurgitasi katub menyebabkan peningkatan beban volume dan dilatasi ruang jantung yag menerima darah balik.
2. Stenosis katub.
Lubang katub mengalami penyempitan sehingga aliran darah mengalami hambatan.Stenosis katub meningkatkan afterload dan menyebabkan hipertropi pada atrium dan ventrikel karena memompa darah melawan peningkatan tekanan
Disfungsi katub dapat terjadi bersamaan,mungkin stenosis dan regurgitasi ( lesi campuran ).


B. Etiologi
Penyebab penyakit katub dapat dibagi atas reumatik ( lebih dari 90 % kasus ) dan non reumatik.Reumatik atau yang dikenal dengan RHD ( Rheumatic Heart Disease ) merupakan penyebab penyakit jantung paling umum,yang biasanya terjadi sejak masa kanak-kanak.Jaringan yang diserang pada demam rematik meliputi lapisan dari katub jantung,kulit,sendi dan otak.RHD adalah penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh Streptococcus Beta Hemoliticus group A yang menginfeksi saluran atas ( infeksi tenggorokan ) dan umumnya dibutuhkan waktu 2-3 minggu sampai timbul gejala-gejala demam rematik.


askep katub jantung, pengertian katub jantung, kelainan katub jantung

Patogenesis demam rematik secara pasti tidak diketahui.Mekanismenya berhubungan dengan reaksi autoimun terhadap infeksi streptococcus yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau manifestasi demam rematik.
Untuk menegakkan diagnosis demam rematik dipakai kriteria diagnostik Dr.T.Ducket Jones,yang dibagi dalam 2 kelompok,Kriteria Mayor dan Kriteria Minor.
Adanya 2 kriteria mayor atau 1 kriteria minor menunjukkan kemungkinan besar demam rematik.Adanya kuman streptococcus group A pada sediaan apus tenggorokan,dan adanya peningkatan titer ASTO memperkuat diagnosis.


C. Tanda dan Gejala

1. Kriteria Mayor :
  • Karditis.Bisa berupa pericarditis,miocarditis,endocarditis atau ketiganya ( pancarditis ). Inflamasi pericarditis dapat menghasilkan cairan serosa pada rongga pericardium,menyebabkan nyeri precordial dan pada auskultasi terdengar friction rub.Miocarditis merupakan inflamasi interstisiil jantung yang dapat mengganggu konduksi jantung dan payah jantung.Sedangkan endocarditis,merupakan inflamasi yang meluas,menimbulkan scarr pada katub jantung.Carditis jarang terdeteksi,karena tidak menimbulkan gejala,biasanya dideteksi pada saat pasien meminta pertolongan karena arthitis atau chorea.
  • Poliartritis Migrans.Artralgia dan artritis pada demam rematik umumnya mengenai lebih dari satu sendi dan berpindah-pindah.
  • Chorea.Merupakan gangguan saraf yang mengakibatkan gerakan bagian-bagian tubuh tidak terkendali,lemah otot dan gangguan emosi.
  • Nodul Subcutan.Terlihat sebagai tonjolan-tonjolan yang keras dibawah kulit tanpa perubahan warna dan rasa nyeri.Biasanya timbul pada minggu pertama serangan dan menghilang setelah 1-2 minggu.Jarang ditemukan pada orang dewasa.
  • Eritema Marginatum.Berupa bercak kulit ( rash ) dan umumnya ditemukan di tubuh,kadang-kadang pada bagian proximal ekstremitas,tetapi tidak di wajah.Jarang ditemukan pada orang dewasa.

2. Kriteria Minor :
  • Artralgia
  • Demam
  • C reaktif protein positif,peningkatan sedimentasi eritrosit,P-R interval memanjang pada EKG

Demam rematik sering terjadi pada negara sedang berkembang dimana kondisi sosial ekonominya, sanitasi, pemukiman dan layanan kesehatan masih minim.Tata laksana demam rematik disamping memperbaiki kondisi diatas adalah dengan tirah baring dan mobilisasi bertahap sesuai dengan keadaan jantungnya. Selanjutnya pemberian profilaksis pada episode awal paringitis streptococcus,dengan pemberian injeksi Penicillin G 500 mg pada dosis I dilanjutkan 4 x 250 mg/hari selama 10 hari.Jika pasien alergi penicillin G,diberikan Clarithromycin 2 x 500 mg/hari selama 7-14 hari atau Clindamycin 3x150 mg/hari.Pasien juga diberikan terapi salisilat dan kortikosteroid untuk mengurangi nyeri dan inflamasi

Penyebab lain penyakit katub jantung :
  1. Perubahan degeneratif jaringan,misalnya myxcoma,calsifikasi.
  2. Trauma/infeksi.
  3. CHD ( Coronary Heart Disease ), Myocardial infarction dengan ruptur muscullus papillaris,yang menyebabkan disfungsi katub atrioventrikuler.
  4. Kelainan kongenital.
  5. Penyakit sistemik misalnya lupus erytematous dan scleroderma.

D. Pengkajian ( Pengkajian Fokus )
a. Data Subyektif :
  • Riwayat demam rematik
  • cepat lelah
  • DOE
  • PND
  • riwayat nyeri dada
b.Data obyektif :
  • Sistem Respirasi : Dyspnoe,orthopnoe,PND,sianosis,rales.
  • Sistem Kardiovaskular : Bunyi jantung abnormal,thrill sistolik murmur,diastolik murmur,AF.takikardia, hipotensi,narrow pulse - - pressure,pulsasi perifer lambat,riwayat sinkope.
  • Sistem Gastrointestinal : asites,hepatomegali,mual,muntah, dan nyeri lambung.
  • Sistem Integumen : diaphoresis,sianosis,clubbing,periperal edema.
  • Sistem Neurologi : pusing dan nyeri.
  • Rontgen thorax : pembesaran ruang-ruang jantung.
  • KG : aritmia

E. Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Timbul
  1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan kerusakan katub jantung.
  2. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan insufisiensi oksigen sekunder dengan penurunan curah jantung dan hipertensi pulmonal.
  3. Kelebihan cairan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan jantung memompakan darah ke seluruh tubuh.
  4. Gangguan pola tidur berhubungan dengan bendungan paru.
  5. Resiko tinggi terjadi komplikasi emboli sistemik dan emboli pulmonal berhubungan dengan lepasnya katub jantung.
Demikian yang sedikit sobat dan terima kasih telah membaca artikel askep katub jantung. Semoga artikel askep katub jantung ini bisa berguna serta bermanfaat.


 

Kesehatan untuk semua Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger